Rangkaian
berikut kali ini adalah membuat rangkaian lampu dengan sensor cahaya. Fungsi
dari rangkaian ini adalah menyalakan dan mematikan lampu secara otomatis
menggunakan sensor cahaya. Sehingga memudahkan kita untuk mengontrol secara
otomatis lampu yang kita inginkan.
Sekarang
sudah banyak dijual dipasaran lampu sensor cahaya yang langsung bisa dipakai.
Kali ini kita bisa membuatnya sendiri dengan mudah dan tentu saya dengan biaya
yang murah. Komponen yang kita gunakan pun tidak terlalu banyak dan dapat dengan
mudah kita dapatkan di toko elektronik terdekat.
Beberapa
komponen yang utama yang dibutuhkan adalah sebuah LDR. LDR adalah alat yang
sangat peka cahaya. Relay berfungsi sebagai kontak atau saklar otomatis untuk
memutus dan menyambungkan tegangan pada lampu. Relay bekerja mendapatkan
tegangan isyarat dari transistor.
Transistor
bekerja sebagai penguat tegangan untuk bisa disupplay relay. Transistor sendiri
juga bertindak sebagai saklar elektronik yang dikendalikan oleh LDR. Fungsi LDR
adalah menyensor cahaya yang masuk yang kemudian menyebabkan berubahnya nilai
resistansi pada LDR. Berubahnya nilai LDR menyebabkan transistor jenuh dan
membuatnya menjadi ON sehingga tegangan mengalir ke relay.
Karena
tegangan sudah mengalir maka lilitan pada relay berubah menjadi magnet sehingga
menggerakkan plat kontak yang ada dalam relay sehingga lampu akan menyala.
Kontak pada relay ada dua NO (normaly open) dan NC (normaly close). Kontak NO
adalah kontak yang akan terhubung jika relay aktif. Kontak NC
adalah kontak yang akan terputus jika relay aktif. Untuk fungsi pada rangkaian
ini gunakan kontak NO pada relay. Sehingga lampu akan menyala saat relay aktif
dan lampu akan mati saat relay dalam kondisi OFF.
Rangkaian
ini mengunakan supplay tegangan 12V. Sehingga relay yang kita pakai juga harus
dengan kapasitas 12V. Transistor menggunakan transistor murah tipe FCS9013.
Bisa menggunakan tipe lain yang sejenis. Misal FCS9014, 2SC828, 2SC945,
2SC1815, 2SC458 dll.
Untuk relay
gunakan relay kecil untuk beban satu lampu. Jika ingin menambah beban lampu
maka relay harus ditambah satu lagi dengan daya amper yang lebih besar. Jadi
sistem kerjanya adalah menggunakan dua relay. Kontak NO pada relay kecil untuk
menyalakan relay yang besar. Kemudian kontak NO relay besar baru ke beban
lampu.
Relay yang
besar biasanya ada beberapa kontak yang bisa digunakan bersama. Ada dua sampai empat
kontak dalam satu relay. Sehingga bisa untuk beban beberpa lampu sekaligus.
Beda dengan relay kecil yang hanya mempunyai satu kontak NO dan NC.
Sebagai
catatan jangan dipaksakan menggunakan beberapa lampu menggunakan relay kecil
bisa berakibat kontak relay kelebihan beban yang dapat menyebabkan panas
berlebih pada kontak dan bisa berakibat relay terbakar. Beban lampu bisa
menggunakan lampu pijar atau lampu jenis FL lampu hemat energi. Bisa juga untuk
lampu LED.
Usahakan
LDR ditempatkan pada tempat yang terkena cahaya. Jangan terhalang oleh benda
apapun yang mengakibatkan relay kontak dengan sendirinya. Lebih LDR dibungkus
tertutup supaya tidak terkena air hujan namun letak sensor masih bisa terlihat.
Bisa menggunakan pembungkus yang bening atau transparan.
Untuk
mengatur kepekaan cahaya bisa di setting pada VR 1, Setting sampai mencapai
titik kontak yang diinginkan. Tegangan supplay bisa menggunakan adaptor 12V.

No comments:
Post a Comment