Saturday, June 6, 2015

Cara Membuat Rangkaian Lampu Dengan Sensor Cahaya 12V

Rangkaian berikut kali ini adalah membuat rangkaian lampu dengan sensor cahaya. Fungsi dari rangkaian ini adalah menyalakan dan mematikan lampu secara otomatis menggunakan sensor cahaya. Sehingga memudahkan kita untuk mengontrol secara otomatis lampu yang kita inginkan.

Sekarang sudah banyak dijual dipasaran lampu sensor cahaya yang langsung bisa dipakai. Kali ini kita bisa membuatnya sendiri dengan mudah dan tentu saya dengan biaya yang murah. Komponen yang kita gunakan pun tidak terlalu banyak dan dapat dengan mudah kita dapatkan di toko elektronik terdekat.

Beberapa komponen yang utama yang dibutuhkan adalah sebuah LDR. LDR adalah alat yang sangat peka cahaya. Relay berfungsi sebagai kontak atau saklar otomatis untuk memutus dan menyambungkan tegangan pada lampu. Relay bekerja mendapatkan tegangan isyarat dari transistor.

Transistor bekerja sebagai penguat tegangan untuk bisa disupplay relay. Transistor sendiri juga bertindak sebagai saklar elektronik yang dikendalikan oleh LDR. Fungsi LDR adalah menyensor cahaya yang masuk yang kemudian menyebabkan berubahnya nilai resistansi pada LDR. Berubahnya nilai LDR menyebabkan transistor jenuh dan membuatnya menjadi ON sehingga tegangan mengalir ke relay.

Karena tegangan sudah mengalir maka lilitan pada relay berubah menjadi magnet sehingga menggerakkan plat kontak yang ada dalam relay sehingga lampu akan menyala. Kontak pada relay ada dua NO (normaly open) dan NC (normaly close). Kontak NO adalah kontak yang akan terhubung jika relay aktif. Kontak NC adalah kontak yang akan terputus jika relay aktif. Untuk fungsi pada rangkaian ini gunakan kontak NO pada relay. Sehingga lampu akan menyala saat relay aktif dan lampu akan mati saat relay dalam kondisi OFF.

Rangkaian ini mengunakan supplay tegangan 12V. Sehingga relay yang kita pakai juga harus dengan kapasitas 12V. Transistor menggunakan transistor murah tipe FCS9013. Bisa menggunakan tipe lain yang sejenis. Misal FCS9014, 2SC828, 2SC945, 2SC1815, 2SC458 dll.

Untuk relay gunakan relay kecil untuk beban satu lampu. Jika ingin menambah beban lampu maka relay harus ditambah satu lagi dengan daya amper yang lebih besar. Jadi sistem kerjanya adalah menggunakan dua relay. Kontak NO pada relay kecil untuk menyalakan relay yang besar. Kemudian kontak NO relay besar baru ke beban lampu.

Relay yang besar biasanya ada beberapa kontak yang bisa digunakan bersama. Ada dua sampai empat kontak dalam satu relay. Sehingga bisa untuk beban beberpa lampu sekaligus. Beda dengan relay kecil yang hanya mempunyai satu kontak NO dan NC.

Sebagai catatan jangan dipaksakan menggunakan beberapa lampu menggunakan relay kecil bisa berakibat kontak relay kelebihan beban yang dapat menyebabkan panas berlebih pada kontak dan bisa berakibat relay terbakar. Beban lampu bisa menggunakan lampu pijar atau lampu jenis FL lampu hemat energi. Bisa juga untuk lampu LED.

Usahakan LDR ditempatkan pada tempat yang terkena cahaya. Jangan terhalang oleh benda apapun yang mengakibatkan relay kontak dengan sendirinya. Lebih LDR dibungkus tertutup supaya tidak terkena air hujan namun letak sensor masih bisa terlihat. Bisa menggunakan pembungkus yang bening atau transparan.

Untuk mengatur kepekaan cahaya bisa di setting pada VR 1, Setting sampai mencapai titik kontak yang diinginkan. Tegangan supplay bisa menggunakan adaptor 12V.

No comments:

Post a Comment